Thursday, November 8, 2018

Cara membuat siomay ayam enak dan empuk

Resep siomay ayam enak dan empuk
Bahan :
1/2 daging ayam
3 siung bawang putih
5 sdm tepung tapioka 
2 sdm tepung terigu 
15 lembar kulit pangsit
3 sdt garam
1 buah wortel parut ukuran kecil
Secukupnya bengkuang parut
Secukupnya minyak wijen 
Secukupnya merica bubuk 
Secukupnya penyedap rasa

Cara membuat :
1. Giling/blender daging ayam terlebih dahulu sampai lembut 
2. Masukkan semua bahan kecuali kulit pangsit dan wortel parut 
3. Aduk hingga merata 
4. Ambil adonan satu sendok makan letakkan diatas kulit pangsit bentuk-bentuk seperti siomay 
5. Taburi wortel parut diatasnya 
6. Kukus selama 15-20 menit, kemudian angkat 
7. Siomay ayam siap dihidangkan, sajikan hangat lebih nikmat 

Selamat mencoba 

Terima kasih 



Resep membuat suding botol ala aku

Hai guys,  kali ini saya ingin membagikan resep cara membuat suding ( susu puding botol) yang lembut dan seger banget..

Bahan untuk membuat susu :
1liter susu full cream
1/2kg gula pasir
1 lembar daun pandan
Perasa makanan (saya menggunakan Perasa popice)
Air secukupnya

Bahan untuk membuat puding :
1 sachet bubuk puding coklat
2 sachet nutrijell coklat
1 sachet susu kental manis warna putih
1/2kg gula pasir
Air secukupnya

Cara membuat :
* membuat susu
1. Tuangkan 1 liter susu full cream, gula kedalam panci
2. Kemudian tambahkan air secukupnya
3. Aduk terlebih dulu agar air dan susu tercampur
4. Panaskan diatas kompor dan beri selembar daun pandan wangi
5. Tunggu hingga mendidih lalu angkat

*cara membuat puding coklat
1. Masukkan semua bahan
2. Aduk hingga merata tidak ada gumpalan
3. Panaskan diatas api sedang agar tidak gosong sambil diaduk terus
4. Jika sudah mendidih angkat

Jika semua bahan sudah diangkat dan sudah agak dingin puding coklat dituang dulu kedalam botol sesuai keinginan banyak tidaknya, kemudian tunggu hingga puding memadat lalu masukkan susu yang sudah diberi rasa-rasa yang diinginkan kedalam botol, masukkan kedalam kulkas, tunggu hingga beberapa jam, suding botol bisa dinikmati.

Selamat mencoba ..

Terima kasih..


Wednesday, June 10, 2015

Tugas 2 - Fisiologi Tumbuhan Bab - Transpirasi



NAMA     : EFI KURNIYAWATI
NIM         : 081311433031
TUGAS   : FISIOLOGI TUMBUHAN BAB Transpirasi

1.         Apakah pengaruh transpirasi pada peresapan air untuk akar?

Transpirasi adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke udara bebas (evaporasi). Jadi semakin cepat laju transpirasi berarti semakin cepat pengangkutan air dan zat hara terlarut oleh akar, demikian pula sebaliknya. Kehilangan air dari daun umumnya melibatkan kekuatan untuk menarik air ke dalam daun dari berkas pembuluh yaitu pergerakan air dari sistem pembuluh dari akar ke pucuk, dan bahkan dari tanah ke akar.

2.         Bagaimana cara kita membuktkan bahwa lalu lintas dalam pembuluh kayu (xylem) itu tidak satu jurusan saja?

Fungsi dari xilem yang pertama untuk mengangkut air dan juga mineral-mineral dari dalam tanah ke batang dan juga daun-daun, fungsi yang kedua untuk menyangga tanaman itu sendiri sehingga ia tidak mudah jatuh atau roboh karena adanya zat lignin. Xylem sebenarnya berbentuk kolom-kolom panjang yang bagian tengahnya kosong. Bagian tengah kolom ini merupakan bagian yang berkelanjutan dan tidak pernah putus walaupun tanaman itu memiliki banyak cabang. Bagian tengah kolom tersebut berfungsi mengangkut air dan juga mineral dari akar ke arah batang dan daun.

3.         Bagaimana teori kohesi mendukung transport air dalam tanaman? Dan bagaimana hubungannya dengan transpirasi?

Ada tiga unsur dasar dalam teori kohesi, yaitu daya penggerak, hidrasi (adesi), dan kohesi air. Kohesi, yaitu daya tarik menarik antarmolekul sejenis. Dalam lingkungan khusus tersebut (pada tanaman ), daya kohesi demikian tinggi, sehingga bila air tertarik oleh osmosis dan  terjadi penguapan di titik tertentu di dinding sel pada puncak pohon yang tinggi, maka tarikan tersebut berlanjut di sepanjang jalur ke bawah, melalui batang dan akar sampai ke tanah. Kolom air dalam pipa tegak berukuran besar biasanya mudah merongga. Peronggaan (embolisme) yaitu terputusnya kolom air dan terbentuknya gelembung udara, menghambat aliran air dalam kolom itu, dapat menyebabkan kematian tajuk, cabang. Laju transpirasi dipengaruhi oleh faktor, bermacam-macam tenaga penggerak dan daya kohesi, maka dalam tubuh tumbuhan terbentuk aliran air atau benang air yang tak terputus.

4.         Mengapa transpirasi melalui kutikula lebih sedikit dibandingkan dengan stomata? Bagaimana membuktikannya?
a.         Transpirasi Kutikula.

Adalah evaporasi air yang tejadi secara langsung melalui kutikula epidermis. Kutikula daun secara relatif tidak tembus air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar 10 persen atau kurang dari jumlah air yang hilang melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang terjadi melaui stomata.



b.         Transpirasi Stomata

Sel-sel mesofil daun tidak tersusun rapat, tetapi diantara sel-sel tersebut terdapat ruang-ruang udara yang dikelilingi oleh dinding-dinding sel mesofil yang jenuh air. Air menguap dari dinding-dinding basah ini ke ruang-ruang antar sel, dan uap air kemudian berdifusi melalui stomata dari ruang-ruang antar sel ke atmosfer di luar. Sehingga dalam kondisi normal evaporasi membuat ruang-ruang itu selalu jenuh uap air. Asalkan stomata terbuka, difusi uap air ke atmosfer pasti terjadi kecuali bila atmosfer itu sendiri sama-sama lembab.

5.         Jelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses transpirasi.

Kegiatan transpirasi dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor dalam ataupun faktor luar, antara lain :

Faktor Dalam :

Stomata : jumlah per satuan luas, letak/ lokasi stomata (permukaan bawah atau atas daun, timbul/ tenggelam), waktu bukaan stomata, banyak sedikitnya stomata, bentuk stomata

Daun : warna daun (kandungan klorifil daun), posisinya menghadap matahari atau tidak, besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu di permukaan daun.

Faktor Luar :

Sinar matahari : sinar matahari menyebabkan membukanya stomata dan gelap menyebabkan tertutupnya stomata, jadi semakin tinggi intesitas sinar matahari yang diterima daun, maka kecepatan transpirasi akan semakin tinggi.

Temperatur : kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun, serta menambah tekanan uap di luar daun. Tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak terbatas, maka tekanan uap tidak akan setinggi tekanan yang terkurung di dalam daun. Akibatnya, uap air akan mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas. Jadi semakin tinggi temperatur, kecepatan transprasi akan semakin tinggi pula.

Kelembaban udara : udara yang basah akan menghambat transpirasi sedangkan udara yang kering akan memperlancar transpirasi.

Angin : angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung saling bertentangan terhadap laju transpirasi. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa angin cenderung untuk meningkatkan laju transpirasi, baik di dalam naungan atau cahaya, melalui penyapuan uap air. Akan tetapi, di bawah sinar matahari, pengaruh angin terhadap penurunan suhu daun, dengan demikian terhadap penurunan laju transpirasi, cenderung lebih penting daripada pengaruhnya terhadap penyingkiran uap air. Oleh karena itu dalam udara yang bergerak, besarnya lubang stomata mempunyai pengaruh lebih besar terhadap transpirasi daripada dalam udara tenang. Tetapi efek angin secara keseluruhan adalah selalu meningkatkan transpirasi.
Keadaan air di dalam tanah : air di dalam tanah ialah satu-satunya sumber yang pokok, dari mana akar-akar tanaman mendapatkan air yang dibutuhkannya. Laju transpirasi dapat dipengaruhi oleh kandungan air tanah dan laju absorbsi air dari akar. Pada siang hari, biasanya air ditranspirasikan dengan laju yang lebih cepat daripada penyerapannya dari tanah. Hal tersebut menimbulkan defisit air dalam daun. Pada malam hari akan terjadi kondisi yang sebaliknya, karena suhu udara dan suhu daun lebih rendah. Jika kandungan air tanah menurun, sebagai akibat penyerapan oleh akar, gerakan air melalui tanah ke dalam akar menjadi lebih lambat

6.         Jelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses gutasi. Dan apakah perbedaan gutasi dan transpirasi? 

Gutasi adalah pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah-celah tepi atau ujung tulang tepi daun (berupa pengembunan), terjadi di malam hari menjelang pagi hari saat dingin, melalui emisarium/ gutatoda/ hidatoda (tepi daun). Terjadi pada suhu rendah dan kelembaban tinggi sekitar pukul 04.00 sampai 06.00 pagi hari.

Transpirasi adalah proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari jaringan hidup tanaman yang terletak di atas permukaan tanah melewati stomata, lubang kutikula, dan lentisel.

 Faktor penyebab gutasi ;

1.         Tekanan akar yang tinggi
2.         Penyerapan air yang tinggi
3.         Sedikit atau tidak adanya transpirasi

Tugas 1 - Fisiologi Tumbuhan - Bab Difusi, Osmosis dan Tonisitas



NAMA     : EFI KURNIYAWATI
NIM         : 081311433031
TUGAS   : FISIOLOGI TUMBUHAN BAB SEL TUMBUHAN DAN LINGKUNGAN
                ( DIFUSI, OSMOSIS DAN TONISITAS )

SOAL 
  Zat-zat apakah yang mempunyai kecenderungan untuk berdifusi?


Jawab :
Zat yang mempunyai kecenderungan untuk berdifusi adalah zat cair, padat dan gas. Hal ini dikarenakan zat-zat ini memiliki kecenderungan untuk menyebar kesegala arah mencapai konsentrasi yang sama. 
   Faktor-faktor lingkungan apa saja yang mempengaruhi laju difusi dalam sel tanaman?


Jawab:
Laju difusi zat melalui membran tergantung dari beberapa faktor yaitu gradien konsentrasi, besar muatan dan daya larut lipid.
3.      Apa arti osmosis sebenarnya?
Jawab :
Arti osmosis yaitu difusi air melalui membran semipermeabel secara differensial dari suatu tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang konsentrasi rendah.
4.      Bagaimana kondisi sel yang berada dilingkungan larutan hipotonik, isotonik maupun hipotonik?
Jawab :
a. Kondisi sel hewan pada lingkungan hipertonik konsentrasi air didalam sel lebih tinggi dibandingkan dengan diluar sel sehingga mengakibatkan air di dalam sel akan mengalir keluar sehingga sel mengkerut (krenasi), pada lingkungan isotonik konsentrasi air didalam dan diluar sel sama sehingga bentuk sel akan tetap stabil, pada lingkungan hipotonik konsentrasi air didalam sel lebih rendah dibandingkan dengan diluar sel yang menyebabkan air akan masuk kemudian sel akan mengembang hingga sel tersebut pecah (lisis) karena sel hewan tidak memiliki dinding sel sehingga lebih mudah rusak akibat masuknya air.
b. Kondisi sel tumbuhan pada lingkungan hipertonik konsentrasi air didalam sel lebih tinggi dibandingkan diluar sel sehingga air pada vakuola akan keluar dan sitoplasma akan mengkerut sehingga membran  plasma terlepas dari dinding sel (plasmolisis), pada kondisi lingkungan isotonik konsentrasi air dan diluar sel sama sehingga bentuk sel akan tetap stabil, pada lingkungan hipotonik konsentrasi air didalam sel lebih rendah dibandingkan dengan diluar sel yang menyebabkan air akan masuk kemudian sel akan mengembang sampai selulosa tidak dapat direntangkan lagi namun sel tersebut tidak pecah (turgid) karena sel tumbuhan memiliki dinding sel sehingga tidak mudah rusak.
5.      Apakah suhu berpengaruh pada difusi dan osmosis?
Jawab :
Iya, suhu panas dapat mempercepat gerakan molekul-molekul sehingga meningkatkan rata-rata difusi, sebaliknya suhu dingin akan menurunkan kecepatan rata-rata difusi.
6.      Bagaimana rumus untuk meghitung nilai osmosis? Apakah itu mutlak bagi semua zat?
Jawab :
7.      Bagaimana plasmolisis dan bagaimana plasmotipsis terjadi?
Jawab :
Plasmolisis merupakan peristiwa terlepasnya membran plasma dari dinding sel, hal ini terjadi karena adanya ekoosmosis (sel ditempatkan dalam larutan yang hipertonik).
8.      Apakah yang dimaksud dengan imbibisi?
Jawab :
Imbibisi merupakan proses awal perkecambahan, yaitu masuknya air ke dalam benih sehingga kadar air di dalam benih mencapai prosentase tertentu (50-60%).
9.      Berilah 3 contoh peristiwa imbibisi!
Jawab :Penyerapan air pada peristiwa perkecambahan biji, penyerapan air oleh akar tanaman, peristiwa penyerapan air oleh usus. 

10.  Bagaimana peran difusi, osmosis dan imbibisi dalam kehidupan tanaman?
Jawab :
Peran difusi, osmosis, dan imbibisi pada kehidupan tanaman adalah membantu transport zat seperti air, mineral, dan gas yang dibutuhkan oleh tanaman dari lingkungan ke dalam tubuh tanaman.

Cara membuat siomay ayam enak dan empuk

Resep siomay ayam enak dan empuk Bahan : 1/2 daging ayam 3 siung bawang putih 5 sdm tepung tapioka  2 sdm tepung terigu  15 le...