NAMA : EFI KURNIYAWATI
NIM
:
081311433031
TUGAS
:
FISIOLOGI TUMBUHAN BAB Transpirasi
1.
Apakah pengaruh transpirasi pada
peresapan air untuk akar?
Transpirasi
adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke
udara bebas (evaporasi). Jadi semakin cepat laju transpirasi berarti semakin
cepat pengangkutan air dan zat hara terlarut oleh akar, demikian pula
sebaliknya. Kehilangan air dari daun umumnya melibatkan kekuatan untuk menarik
air ke dalam daun dari berkas pembuluh yaitu pergerakan air dari sistem
pembuluh dari akar ke pucuk, dan bahkan dari tanah ke akar.
2.
Bagaimana cara kita membuktkan
bahwa lalu lintas dalam pembuluh kayu (xylem) itu tidak satu jurusan saja?
Fungsi dari xilem yang pertama untuk
mengangkut air dan juga mineral-mineral dari dalam tanah ke batang dan juga
daun-daun, fungsi yang kedua untuk menyangga tanaman itu sendiri sehingga ia
tidak mudah jatuh atau roboh karena adanya zat lignin. Xylem sebenarnya
berbentuk kolom-kolom panjang yang bagian tengahnya kosong. Bagian tengah kolom
ini merupakan bagian yang berkelanjutan dan tidak pernah putus walaupun tanaman
itu memiliki banyak cabang. Bagian tengah kolom tersebut berfungsi mengangkut
air dan juga mineral dari akar ke arah batang dan daun.
3.
Bagaimana teori kohesi mendukung
transport air dalam tanaman? Dan bagaimana hubungannya dengan transpirasi?
Ada tiga unsur dasar dalam teori kohesi,
yaitu daya penggerak, hidrasi (adesi), dan kohesi air. Kohesi, yaitu daya tarik
menarik antarmolekul sejenis. Dalam lingkungan khusus tersebut (pada tanaman ),
daya kohesi demikian tinggi, sehingga bila air tertarik oleh osmosis dan terjadi penguapan di titik tertentu di
dinding sel pada puncak pohon yang tinggi, maka tarikan tersebut berlanjut di
sepanjang jalur ke bawah, melalui batang dan akar sampai ke tanah. Kolom air
dalam pipa tegak berukuran besar biasanya mudah merongga. Peronggaan
(embolisme) yaitu terputusnya kolom air dan terbentuknya gelembung udara, menghambat
aliran air dalam kolom itu, dapat menyebabkan kematian tajuk, cabang. Laju
transpirasi dipengaruhi oleh faktor, bermacam-macam tenaga penggerak dan daya
kohesi, maka dalam tubuh tumbuhan terbentuk aliran air atau benang air yang tak
terputus.
4. Mengapa
transpirasi melalui kutikula lebih sedikit dibandingkan dengan stomata?
Bagaimana membuktikannya?
a. Transpirasi Kutikula.
Adalah evaporasi air yang tejadi secara
langsung melalui kutikula epidermis. Kutikula daun secara relatif tidak tembus
air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar
10 persen atau kurang dari jumlah air yang hilang melalui daun-daun. Oleh
karena itu, sebagian besar air yang hilang terjadi melaui stomata.
b. Transpirasi Stomata
Sel-sel mesofil daun tidak tersusun
rapat, tetapi diantara sel-sel tersebut terdapat ruang-ruang udara yang
dikelilingi oleh dinding-dinding sel mesofil yang jenuh air. Air menguap dari
dinding-dinding basah ini ke ruang-ruang antar sel, dan uap air kemudian
berdifusi melalui stomata dari ruang-ruang antar sel ke atmosfer di luar.
Sehingga dalam kondisi normal evaporasi membuat ruang-ruang itu selalu jenuh
uap air. Asalkan stomata terbuka, difusi uap air ke atmosfer pasti terjadi
kecuali bila atmosfer itu sendiri sama-sama lembab.
5.
Jelaskan faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi proses transpirasi.
Kegiatan
transpirasi dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor dalam ataupun faktor
luar, antara lain :
Faktor
Dalam :
Stomata : jumlah per satuan luas, letak/
lokasi stomata (permukaan bawah atau atas daun, timbul/ tenggelam), waktu
bukaan stomata, banyak sedikitnya stomata, bentuk stomata
Daun : warna daun (kandungan klorifil
daun), posisinya menghadap matahari atau tidak, besar kecilnya daun, tebal
tipisnya daun, berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak
sedikitnya bulu di permukaan daun.
Faktor
Luar :
Sinar matahari : sinar matahari
menyebabkan membukanya stomata dan gelap menyebabkan tertutupnya stomata, jadi
semakin tinggi intesitas sinar matahari yang diterima daun, maka kecepatan
transpirasi akan semakin tinggi.
Temperatur : kenaikan temperatur
menambah tekanan uap di dalam daun, serta menambah tekanan uap di luar daun.
Tetapi berhubung udara di luar daun itu tidak terbatas, maka tekanan uap tidak
akan setinggi tekanan yang terkurung di dalam daun. Akibatnya, uap air akan
mudah berdifusi dari dalam daun ke udara bebas. Jadi semakin tinggi temperatur,
kecepatan transprasi akan semakin tinggi pula.
Kelembaban udara : udara yang basah akan
menghambat transpirasi sedangkan udara yang kering akan memperlancar transpirasi.
Angin : angin mempunyai pengaruh ganda
yang cenderung saling bertentangan terhadap laju transpirasi. Secara singkat
dapat disimpulkan bahwa angin cenderung untuk meningkatkan laju transpirasi,
baik di dalam naungan atau cahaya, melalui penyapuan uap air. Akan tetapi, di
bawah sinar matahari, pengaruh angin terhadap penurunan suhu daun, dengan
demikian terhadap penurunan laju transpirasi, cenderung lebih penting daripada
pengaruhnya terhadap penyingkiran uap air. Oleh karena itu dalam udara yang bergerak,
besarnya lubang stomata mempunyai pengaruh lebih besar terhadap transpirasi
daripada dalam udara tenang. Tetapi efek angin secara keseluruhan adalah selalu
meningkatkan transpirasi.
Keadaan air di dalam tanah : air di
dalam tanah ialah satu-satunya sumber yang pokok, dari mana akar-akar tanaman
mendapatkan air yang dibutuhkannya. Laju transpirasi dapat dipengaruhi oleh
kandungan air tanah dan laju absorbsi air dari akar. Pada siang hari, biasanya
air ditranspirasikan dengan laju yang lebih cepat daripada penyerapannya dari
tanah. Hal tersebut menimbulkan defisit air dalam daun. Pada malam hari akan
terjadi kondisi yang sebaliknya, karena suhu udara dan suhu daun lebih rendah.
Jika kandungan air tanah menurun, sebagai akibat penyerapan oleh akar, gerakan
air melalui tanah ke dalam akar menjadi lebih lambat
6.
Jelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
proses gutasi. Dan apakah perbedaan gutasi dan transpirasi?
Gutasi
adalah pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah-celah tepi atau
ujung tulang tepi daun (berupa pengembunan), terjadi di malam hari menjelang
pagi hari saat dingin, melalui emisarium/ gutatoda/ hidatoda (tepi daun).
Terjadi pada suhu rendah dan kelembaban tinggi sekitar pukul 04.00 sampai 06.00
pagi hari.
Transpirasi
adalah proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari jaringan hidup tanaman
yang terletak di atas permukaan tanah melewati stomata, lubang kutikula, dan
lentisel.
Faktor penyebab gutasi ;
1. Tekanan akar yang tinggi
2. Penyerapan air yang tinggi
3. Sedikit atau tidak adanya transpirasi
No comments:
Post a Comment